Religius

Melihat Keindahan Masjid “Ramlie Musofa” sang ‘Taj Mahal’ nya Indonesia

243views

Beberapa pekan lalu media di internet ramai memberitakan peresmian sebuah masjid di Jakarta, yakni Masjid Ramlie Musofa. Masjid yang terletak di tepi Danau Sunter, tepatnya di Jalan Danau Sunter Selatan Blok I 10 No 12C Tanjung Priuk, Jakarta Utara ini menarik perhatian netizen karena memiliki desain arsitektur yang sangat menawan, mirip sekali dengan Taj Mahal. bangunan di India.

Masjid Ramlie Musofa berada di atas lahan seluas 2.000 m2. Merupakan bangunan 4 lantai dengan ketinggian sekitar 35 meter, berdiri megah di antara rumah-rumah mewah di kawasan Danau Sunter Jakarta Utara. Pembangunan masjid ini memakan waktu sekitar 5 tahun dari tahun 2011 dan baru diresmikan menjelang bulan suci Ramadhan kemarin, tepatnya pada tanggal 15 Mei 2016 oleh Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA .

Pemilik masjid Ramlie Musofa adalah seorang mualaf Tionghoa bernama Bpk Haji Ramli Rasidin dan dirancang oleh arsitek Jalius Danu. Bangunan masjid ini dibangun sedemikian detail sehingga terlihat dari bentuk tiang, kubah masjid, dekorasi kaligrafi, lampu masjid, pagar masjid, berbagai panel GRC ornamen krawangan dan ornamen relief dengan motif bernuansa islami dengan ciri bintang segi delapan. dan berbagai bahan pilihan seperti marmer. didatangkan langsung dari Italia dan Turki.
Mahkota kubah utama masjid berhiaskan ornamen emas dan pada puncaknya terdapat firman Allah yang menambah keindahan masjid ini.

Ketika kita memasuki halaman masjid, kita akan melihat bahwa di setiap sisi halaman halaman terdapat potongan-potongan ayat dari kitab suci Al-Qur’an, yaitu huruf Al-Fatihah dan Al-Qari’ah yang ditulis dengan tinta emas di atasnya. dinding granit hitam menggunakan tiga bahasa yaitu bahasa arab, mandarin. dan Indonesia. Di bawah tangga terdapat tempat wudhu yang nyaman dengan desain mirip Masjidil Haram yaitu disediakan tempat duduk. Bedanya disini terdapat ilustrasi petunjuk tata cara wudhu lengkap beserta doa yang ditulis dalam bahasa Indonesia, Arab dan Mandarin.

Keunikan lain dari masjid Ramlie Musofa adalah adzan dikumandangkan tanpa pengeras suara Toa yang biasa kita lihat di berbagai masjid pada umumnya. Gendang besar berdiri gagah di depan pintu masjid yang ditabuh setiap kali salat tiba. Bangunan masjid terdiri dari 4 lantai, dimana lantai pertama merupakan lantai basement tembus pandang dengan tempat wudhu, dan lantai dua merupakan tempat sholat utama bagi jamaah.

Selanjutnya pengunjung bisa naik satu lantai lagi di lantai tiga yang merupakan balkon yang bisa digunakan untuk jamaah wanita. Sedangkan di lantai empat atau paling atas kita bisa melihat keindahan arsitektur berupa ornamen kubah dan pilar.

Penggabungan Tiga Budaya

Terlihat bahwa salah satu inspirasi utama Ramlie dalam membangun masjid adalah desain khas bangunan Taj Mahal. Bentuknya yang segi delapan, pishtaq dan adanya balkon di keempat sisinya seolah menjadi tanda kemegahan masjid.

Tak ketinggalan desain dinding bercorak Islamic Geometric yang mengingatkan kita pada bangunan asal India. Menurut Julius Danu, arsitek masjid Ramlie Mustofa, bangunan masjid berupaya menampilkan tiga budaya, yakni Melayu, Arab, dan Cina.

Bukti Cinta kepada Tuhan dan Keluarga

Salah satu fakta menarik tentang penamaan Ramlie Mustofa adalah masjid tersebut merupakan bukti kecintaan Ramlie kepada Allah dan keluarganya. Dimana jika diperhatikan, nama tersebut merupakan akronim dari nama salah satu anggota keluarga Ramli Rasidin.

‘Ram’ mengacu pada nama Ramlie Rasidin, sedangkan ‘Lie’ adalah nama depan istrinya, Lie Njoek Kim. Pada bagian ‘Mu’ terdapat penggalan nama anak pertama yaitu Muhammad.

‘Jadi’ untuk nama Sofian sebagai anak kedua. Terakhir, ‘Fa’ yang merupakan nama anak bungsu, yakni Fabian. Pemberian nama tersebut juga mirip dengan latar belakang berdirinya Taj Mahal yang merupakan persembahan dari Raja India kepada istri tercintanya.

Tempat untuk Memandu Para Mualaf

Selain desainnya yang mengesankan, tujuan Ramlie membangun masjid putih yang sejuk ini adalah untuk memberikan bimbingan dalam membimbing para muallaf yang sedang atau baru masuk Islam.

Jika melihat di bagian depan tangga, terdapat tulisan Al Fatihah yang dipahat dalam tiga bahasa, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Arab, dan bahasa Mandarin. Hal ini sebagai upaya untuk memudahkan orang Tionghoa dalam memaknai maknanya.

Sering dijadikan wisata religi
Dengan desain yang unik, melalui terjemahan huruf tiga bahasa dan dianggap instagramable, Masjid Ramlie Mustofa juga ramai dikunjungi masyarakat yang ingin berwisata religi.

Bahkan belakangan, masjid ini juga sering digunakan untuk calon pengantin yang kagum dengan keindahan masjid setinggi 30 meter tersebut.

Leave a Response