Bisnis & Investasi

Harga sembako di Surabaya stabil: Mendag

11views

Hari ini kami bersyukur harga turun banyak

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Surabaya, Provinsi Jawa Timur, stabil.

“Hari ini kita bersyukur harga turun banyak. Pertama yang menyebabkan inflasi tertinggi adalah cabai dan bawang merah,” kata Menteri Hasan usai melakukan inspeksi di pasar Wonokromo dan Keputran, di Jakarta, Minggu.

Kebutuhan bahan pokok yang harganya stabil antara lain cabai dan bawang merah, yang sebelumnya harganya jauh lebih tinggi.

Dalam pemeriksaan di pasar Keputran, Menteri Hasan mengatakan harga grosir bawang merah berkisar antara Rp25.000 hingga Rp28.000 per kilogram.

“Jadi pedagang menjualnya di bawah Rp40.000, atau Rp35.000 ke pengecer,” katanya.

Harga cabai merah di kota ini juga stabil, baik cabai rawit maupun cabai merah besar, dengan harga pasar rata-rata Rp55.000 per kilogram.

“Waktu saya pertama jadi menteri, harga cabai Rp120.000. Namun, kemarin rata-rata harga cabai mencapai Rp55.000, baik cabai rawit, cabai keriting, cabai hijau, maupun cabai merah besar. Artinya pengecer bisa jual dengan harga Rp65.000 hingga Rp70.000,” imbuhnya.

Sementara itu, harga daging juga turun. Sebelumnya harga daging Rp130.000 menjadi Rp135.000. Tapi, hari ini harganya turun menjadi Rp120.000 per kilogram, katanya.

“Saya cek harga dagingnya Rp120.000 (per kilogram). Kemarin saya malah baru tahu di Kupang harga daging sapi Rp110.000. Lebih murah. Di sini (di pasar Wonokromo) harganya Rp120.000 . Minggu lalu harganya masih Rp 130.000. Artinya harganya juga turun. Sementara harga kebutuhan pokok lainnya seperti beras dan gula stabil,” katanya.

Lebih lanjut, Menkeu mengatakan ketersediaan dan harga minyak goreng di Surabaya juga stabil. Dia mengatakan, rata-rata Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng kemasan adalah Rp14.000.

Menteri Hasan kembali menegaskan bahwa harga kebutuhan pokok sudah mulai stabil. Pada bulan sebelumnya, Indonesia mengalami inflasi yang tinggi. Oleh karena itu, dengan stabilnya harga bahan pokok, menteri berharap inflasi dapat segera terkendali.

“Ketersediaan stok terjamin. Kalau stok sedikit, harga akan tinggi. Kalau harga cenderung turun, berarti stok lebih banyak,” ujarnya.

Leave a Response